Ijinkan Aku Kembali MERAWATNYA

Usai banjir besar itu kau berikan aku selembar kertas

Putih bersih suci terjaga dari goresan warna  lain

Dan ketika semburat surya menyapa muka

Yang ada hanyalah kebeningan bayanganmu

Sampai waktu dimana kertas telah cakap cukup

Siap diwarnai sesuai dengan manual booknya

 

Ayunan pensil warna sudah mulai menggores

Membentuk rupa sejalan dengan ajaran

Melantunkan kata penuh tata kebaikan

Hamparan kertas putih pun semakin indah

Terurai lukisan kaya makna amanah

Sesuai  tahapan sunah titah

Terjaga dikedalaman jiwa

Dekat denganmu

 

Namun,

Tiupan badai hitam menerkam sehelai kertas itu

Jari jemari tak siaga memegang erat

Hingga kertas pemberianmu itu kabur

Terombang ambing diantara kemewahan

Sebelum jatuh ditrotoar tengah metropolitan

Terinjak injak lalu lalang sepatu jalanan

Terlindas hitamnya ban mobil besar

 

Kini kertas pemberianmu itu

Telah rusak ringsek

Hitam

Lebam

Berbalut debu jalanan

 

Ku pungut kembali kertas pemberianmu

Kuselipkan ditengah buku tebalku

Agar kembali baik seperti semula

Walau tidak akan pernah bisa

Biarkan kertas ini tetap seperti ini

Supaya aku selalu merasa menyesal

Dan selalu meminta maaf kepadamu

Ijinkan aku kembali merawatnya

——————————————————–
Ali Arifin

Loireng, Demak, 24 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s